News Release

Genjot Penetrasi Pasar, LG Perluas Edukasi AC Inverter

AC Hemat Listrik

JAKARTA, 08 Nov 2018 – Pemegang tampuk puncak pasar AC inverter di Indonesia dengan raihan 63% pangsa pasar, PT. LG Electronics Indonesia, memberi pernyataan ambisi perusahaan dalam pasar AC hemat listrik ini. Tak hanya fokus pada penguatan posisi, LG menyatakan siap melakukan penetrasi demi memperluas besar pasar AC inverter kepada masyarakat lebih luas.

Mendukung ambisinya ini, LG menyatakan bakal lebih gencar melakukan edukasi masyarakat terkait keunggulan AC inverter sebagai teknologi yang telah terbukti kemampuannya dalam menghemat listrik. “Kini bukan lagi soal menjadi pemimpin pasar. Langkah selanjutnya beriringan dengan pemerintah dalam mengubah gaya hidup hemat energi melalui upaya mendorong pertumbuhan penggunaan AC inverter di Indonesia,” ujar Changmin Han, Air Conditioning Business Leader  LG Electronics Indonesia.

Gelar LG sebagai pemimpin pasar AC inverter tak dapat lepas dari komitmen perusahaan pada pengembangan dan pemasaran AC hemat listrik ini di Indonesia. Bahkan, pada kategori penyejuk ruangan ini, LG menjadi pionir ketersediaan AC inverter dengan pilihan kapasitas pendinginan terluas dari 2 PK hingga ½ PK. Luasnya lini produk dibarengi inovasi berbasis inverter inilah yang mengantar LG menjadi merek AC inverter paling populer di Indonesia bila merujuk penguasaan pasarnya.

Bersisian dengan pencapaian bisnis ini, langkah LG memperluas lini produk AC inverter berkontribusi pada peningkatan jumlah pengguna AC hemat listrik ini di Indonesia. Bila pada tahun 2017 jumlahnya mencapai 97,000 unit, pada tahun ini jumlahnya meningkat hingga mencapai 20% dari angka tersebut.

“Tak sekedar soal pencapaian bisnis, namun lebih pada masyarakat menuju teknologi yang lebih baik melalui berbagai program yang lebih mengedukasi,” ujar Dimas Anugra Raditya, Head of Product Marketing RAC LG Electronics Indonesia. Lebih lanjut ia menyatakan, program edukasi AC inverter ini salahsatunya dengan menghelat “Arisan Seru LG”.

Menyasar komunitas perempuan, khususnya ibu, program edukasi ini dibungkus talkshow yang mengundang berbagai narasumber dengan bahasan perbincangan seputar hal yang menjadi perhatian kaum ibu. Termasuk di dalamnya, mengoptimalkan penghematan tagihan listrik di rumah melalui penggunaan berbagai perangkat elektronik berteknologi inverter, khususnya AC inverter.

Program edukasi “Arisan Seru LG” ini dikatakannya telah berjalan mulai bulan Oktober lalu secara simultan. Jakarta menjadi kota pertama sasarannya yang bakal menyebar pada kota-kota lain. Terbaru, program Arisan Seru LG bekerjasama dengan salah satu media gaya hidup terkenal di Indonesia berjalan dengan menggaet peserta dari lingkungan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika di Jakarta.

Edukasi pada pilihan AC inverter ini penting, menurutnya, bila melihat AC menjadi perangkat elektronik rumah dengan konsumsi listrik paling besar. Bahkan, kontribusinya dapat mencapai 50% dari total konsumsi listrik di rumah. “Inilah yang membuat LG memiliki komitmen kuat untuk mendorong pemasaran sekaligus memfokuskan inovasi AC berbasis teknologi inverter,” ujar Dimas Anugra Raditya.

Terkait dengan inovasi AC berbasis inverter ini, ia menyatakan, LG telah menyiapkan varian baru AC inverter miliknya yaitu seri AC LG DUALCOOL with Watt Control. Penyejuk ruangan ini menjadi generasi pembaharu dari AC LG DUALCOOL sebagai AC inverter LG yang sebelumnya telah dikenal dari kemampuannya menghemat listrik hingga 70% dibanding AC non inverter.

Dengan tetap membawa serta keunggulan ini, AC LG DUALCOOL with Watt Control dikembangkan dengan fleksibilitas pengaturan daya listrik (watt) melalui fitur Watt Control. Dalam penggunaannya, AC terbaru LG ini dapat diatur bekerja dengan 100%, 80%, 60% hingga hanya dengan daya 40% dari kebutuhan listrik seharusnya. LG membuat kemudahan pengaturannya melalui kendali satu tombol di remote control.

AC LG DUALCOOL with Watt Control bertipe Smart Model E06SV4 dengan kapasitas 1/2 PK misalnya. Saat pengaturan pada 80% daya listrik, AC LG ini menurunkan watt-nya yang semula 495 watt menjadi 419 watt. Penurunan 76 watt ini setara dengan daya listrik TV LED 32 inci. Turunkan hingga 60%yang menjadikannya dapat beroperasi dengan 312 watt. Penghematan 183 watt ini membuat pengguna dapat mengoperasikan mesin cuci top loading 7 kg yang rata-rata memiliki kebutuhan daya listrik sejumlah tersebut. Pengaturan pada daya paling rendah, 40%, akan membuatnya hanya memerlukan 215Watt.

Lebih lanjut ia menyatakan, AC LG DUALCOOL with Watt Control ini dipasarkan khusus bagi pasar Indonesia. Hal ini terkait dengan pengembangannya yang menyesuaikan karakter suhu Indonesia yang letaknya pada iklim tropis. Letak geografis ini dikatakan membuat suhu lingkungan mengalami rotasi dengan fluktuasi nyata dari cenderung sejuk, panas, hingga kembali sejuk sepanjang hari.

Saat suhu berubah menjadi cenderung sejuk ketika menjelang tidur di malam hari misalnya, fitur Watt Control dapat diatur bekerja dengan mengurangi daya operasi AC sesuai dengan kebutuhan. Basis teknologi inverter yang berpadu dengan inovasi pengaturan besar watt ini, menurut Dimas Anugra Raditya, memberikan peluang penggunanya untuk lebih mengoptimalkan penghematan listrik dari AC.

LG sendiri, menurut Dimas Anugra Raditya, menyatakan optimis akan pencapaian rencana besarnya ini. Tingginya popularitas LG sebagai merek AC inverter dan hadirnya inovasi baru yang membawa tingkat penghematan listrik AC inverter pada tingkat lebih optimal dikatakan menjadi dua modal besarnya. “Modal besar ini ditambah dengan program edukasi yang berjalan secara kontinyu dilakukan, akan menjadi dorongan kuat masyarakat untuk beralih pada AC berteknologi inverter di masa-masa selanjutnya,” ujar Dimas Anugra Raditya.

Share Article :
POP